Peternakan

Ciri-ciri Ayam Hias Jangkung

Posted on

Jangkung

AYAM JANGKUNG
Keistimewaan ayam jangkung ini terletak pada proporsi tubuh yang kelihatan tidak seimbang. Badannya ramping padat sama dengan ayam Wareng, dan hanya ditopang oleh kaki kecil ekstra panjang.
Jenis ayam ini berasal dari negeri Belanda dan mempunyai sifat adaptasi dengan lingkungan baru sangat baik.

Ciri-ciri ayam Jangkung,

1. Pejantan:

  • Berat rata-rata 2 kg.
  • Bentuk kepala oval membulat, berukuran sedang.
  • Paruh kecil, panjang, runcing, berwarna kuning jerami
  • Mata berwarna kuning cerah.
  • Jengger bilah, besar, tebal, bergerigi kecil, warna merah segar.
  • Pial sepasang, besar, warnanya merah segar.
  • Cuping telinga berukuran besar warna merah segar belang putih.
  • Bulu pendek-pendek, warna putih bersih, hitam.
  • Bulu hias pada leher kecil-kecil, panjang, berwarna kuning keemasan.
  • Bulu hias pada pinggang kecil-kecil, warna kuning tembaga.
  • Kadang-kadang bulu di pangkal sayap berwarna coklat segar untuk yang berbulu warna dasar putih.
  • Kaki kecil, ekstra panjang, bersisik besar-besar, berwarna kuning.
  • Jari-jari kaki kecil, panjang, warnanya kuning kunyit
  • Telapak kaki berjaringan halus, warna merah jambu.
  • Kuku kecil, panjang, melengkung, ujungnya runcing, berwarna putih.
  • Taji besar, panjang dan lurus, berwarna putih tanduk.
  • Kokoknya pendek dengan interval panjang.

2. Betina:

  • Berat rata-rata hanya 1 kg.
  • Kepala berbentuk oval membulat, berukuran sedang.
  • Jengger bilah, tebal, berukuran sedang, bergerigi kecil dan dangkal, warna merah pucat.
  • Cuping telinga berukuran sedang, warna merah pucat.
  • Pial sepasang, kecil sekali, berwarna merah pucat.
  • Mata berwarna kuning jernih.
  • Paruh kecil, panjang, runcing, warnanya putih tanduk atau abu-abu gelap.
  • Bentuk badan ramping, padat dan memanjang.
  • Seluruh bulu berwarna putih bersih hitam legam atau coklat segar.
  • Sayap menempel ketat pada badan.
  • Bulu ekor menyempit pada ujungnya.
  • Kaki kecil, bentuknya bulat, ekstra panjang, bersisik kecil-kecil teratur rapat, warna kuning kunyit.
  • Jari-jari kaki kecil, panjang, kuat sekali daya cengkeramnya, warna kuning kunyit.
  • Kuku kecil, panjang, melengkung, berujung runcing, berwarna putih.
  • Telapak kaki berjaringan halus, warna merah jambu.
  • Bertelur rata-rata 20 butir per periode.

3. Telur:

  • Bentuk oval sempurna, berukuran sedang, warna putih.
  • Setelah dierami induknya selama 21 hari, akan menetas dengan bulu kapas warna kuning pucat.

 

Baca juga halaman Ayam Hias Jenis Ayam Tertawa

Ayam Hias Jenis Ayam Tertawa

Posted on Updated on

ayam-ketawa

AYAM TERTAWA
Dari sekian banyak anggota marga ayam, jenis ini termasuk salah satu yang sudah langka. Mempunyai keistimewaan pada suara kokoknya yang mirip orang tertawa. Bila dieja kokoknya berbunyi sebagai berikut : ku-ku-ku-keh-keh-keh-keh-keh demikian seterusnya dengan interval pendek.

Melihat bentuk tubuhnya, ayam Tertawa bukanlah jenis ayam untuk diadu dalam arena sabung ayam, tetapi paling cocok hanya sebagai pethetan atau hiasan di taman bunga.

Ciri-ciri ayam Tertawa:

1. Pejantan:

  • Berat rata-rata 3 kg.
  • Bentuk kepala bulat, berukuran besar.
  • Jengger bilah. besar. bergerigi 7 buah, warna merah segar.
  • Pial sepasang, tebal besar hingga ke ujung paruh, berwarna merah
  • Cuping telinga besar, warnanya merah segar berbintik-bintik kuning
  • Mata berwarna kuning.
  • Paruh kecil dan pendek, berwarna kuning dengan garis tipis hitam dari ujung ke pangkalnya.
  • Bentuk badan ramping memanjang.
  • Berleher pendek dengan bulu hias pada leher sangat lebat, besar-besar, menjurai panjang hingga menutup tembolokdan punggungnya, berwarna kuning keemasan.’
  • Bulu hias pada pinggang, kecil-kecil panjang menjurai warna kuning keemasan bergaris hitam.
  • Bulu dada, badan sebelah bawah, pangkal sayap dan ekor berwarna hitam mengkilap.
  • Sayap menggantung dan ujungnya berwarna kuning tembaga.
  • Bulu ekor pokok berdaun besar-besar dan panjang, melengkung hingga terseret-seret di tanah.
  • Kaki panjang dan besar, bentuknya membulat dengan sisik-sisik kasar tak teratur, berwarna abu-abu gelap.
  • Jari-jari kaki besar dan panjang, kuat sekali daya cengkeramnya, berwarna abu-abu gelap.
  • Kuku besar dan pendek, berujung runcing, warna hitam kusam.
  • Telapak kaki berjaringan halus, warna abu-abu gelap.
  • Taji kecil, panjang, melengkung keatas dan runcing sekali ujungnya, berwarna hitam kusam.
  • Day a seksualnya rendah.
  • Berkokok dengan interval pendek dan kurang lantang.

2. Betina:

  • Berat rata-rata 1,5 kg.
  • Kepala bulat, berukuran sedang.
  • Jengger bilah, kecil, bergerigi 7 buah, warna merah segar.
  • Pial sepasang, berukuran sedang, berwarna merah segar
  • Cuping telinga kecil, warna merah segar berbintik-bintik kecil warna kuning pucat.
  • Paruh kecil, pendek, warna kuning pucat.
  • Seluruh bulu kebanyakan berwarna hitam atau kuning tembaga ber-garis-garis coklat tua.
  • Kaki besar, panjang, bersisik kecil teratur rapi, warnanya abu-abu gelap.
  • Jari-jari kaki besar, panjang, warna abu-abu gelap.
  • Kuku pendek, agak melengkung dan berujung runcing, warna hitam kusam.
  • Telapak kaki berjaringan halus, warna abu-abu pucat.
  • Bertelur paling banyak hanya 10 butir per periode.

3. Telur:

  • Berukuran besar, bentuknya oval, warna coklat muda.
  • Dierami induknya selama 21 hari, akan menetas dengan bulu kapas warna kuning pucat atau abu-abu muda.

Baca Juga Beberapa Perlengkapan Yang Harus Ada Didalam Kandang Ayam

Beberapa Perlengkapan yang Harus Ada Didalam Kandang Ayam

Posted on Updated on

membuat tempat pakan dan minum

PERLENGKAPAN KANDANG
Perlengkapan yang harus tersedia di dalam kandang di antaranya tempat pakan dan minum. Tempat pakan dan minum cukup bervariasi sehingga peternak harus menyesuaikan dengan kondisi ayam pelung peliharaan dan sistem pemeliharaannya.

A. Tempat pakan
Bahan tempat pakan sangat beragam di antaranya plastik, pipa paralon, seng, dan alumunium. Bentuk dan ukurannya pun bervariasi, terlebih jika peternak membuat sendiri. Beberapa jenis tempat pakan yang umum digunakan di antaranya sebagai berikut.

  1. Tempat pakan gantung atau otomat biasanya terbuat dari bahan seng atau plastik dan berbentuk bulat dalam. Ukurannya dapat disesuaikan dengan jumlah ayam pelung dalam kandang atau disesuaikan dengan kondisi peternakan. Penggunaan tempat pakan jenis ini harus digantung sehingga cocok untuk kandang yang luas.
  2. Tempat pakan bentuk kotak dapat dibuat dari tripleks, seng, dan aluminium. Bentuknya kotak memanjang, ukurannya bervariasi, dan ditempatkandi dalam kandang.
  3. Tempat pakan bentuk silinder dapat dibuat dari belahan bambu atau pipa paralon besar. Penempatannya di luar kandang sehingga panjangnya dapat disesuaikan dengan panjang kandang. Namun, tempat pakan jenis ini dapat ditempatkan di dalam kandang dengan diberi kaki dan penghalang agar tidak terinjak-injak.

Baca Juga : Memperhatikan Pakan Dalam Pemeliharaan Ayam Pelung

B. Tempat minum
Bahan yang digunakan untuk tempat minum sebaiknya dipilih yang tidak mempengaruhi sifat air di dalamnya. Hal tersebut disebabkan peternak tidak hanya memberikan air putih. Seringkali peternak menambahkan vitamin yang bertujuan untuk memperkuat tubuh atau sebagai obat. Beberapa bentuk tempat minum di antaranya sebagai berikut.

  1. Tempat minum gantung. Penempatan tempat minum ini memang dengan menggantungkannya di dalam kandang. Namun, jika diletakkan di dalam kandang anakan maka penempatannya cukup diletakkan di lantai supaya terjangkau oleh anakan. Tempat minum gantung biasanya terbuat dari bahan plastik. Ukuran tempat minum gantung sangat beragam mulai dari 0,5L-5L.
  2. Tempat minum bentuk silinder. Seperti tempat pakan, tempat minum juga dapat dibuat dari belahan bambu atau belahan pipa paralon. Tempat minum bentuk silinder sebaiknya ditempatkan di luar kandang sehingga ukurannya dapat disesuaikan dengan panjang kandang.

TATA LAKSANA KEBERSIHAN
Kebersihan merupakan salah satu kunci keberhasilan beternak ayam pelung. Dengan menjaga kebersihan kandang berarti menyingkirkan berbagai kuman penyakit yang membahayakan kesehatan ayam. Berikut ini beberapa hal penting dalam menjaga kebersihan lingkungan kebersihan kandang.

  1. Sterilisasi kandang dan peralatannya
    Sterilisasi kandang dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan beternak. Seluruh bagian dalam kandang, tempat-tempat yang agak gelap, dan tempat tenggeran harus dibersihkan. Setelah dibersihkan, kandang dikapur dengan larutan yang terdiri dari 8,5 g kapur dan 3,5 garam dapur ditambah air hingga 1 liter. Setelah dikapur, lantai kandang dibersihkan kemudian dipel dengan larutan lysol 2—4%. Sebenarnya tindakan ini sudah cukup, tetapi jika dirasakan kurang peternak dapat melakukan fumigasi menggunakan Phosphine 1—2 tablet yang diletakkan di atas piring dan diletakkan merata di kandang. Waktu yang dibutuhkan minimum 3 hari. Dinding dan sela-sela kandang harus ditutup rapat dengan kertas koran atau plastik agar fumigasi sempurna.
    Jika akan mengobati atau memberi vaksin pada ayam maka peralatan harus disterilkan dengan alkohol 70%. Setelah digunakan, peralatan juga dicuci dengan cara yang sama.
  2. Membersihkan sisa pakan
    Setelah memberi pakan atau air minum sebaiknya segera dibersihkan sisa pakan yang tertinggal pada tempat pakan dan minum lalu cuci dengan sabun atau detergen. Setelah itu, bilas dengan air bersih, keringkan dengan lap, baru tempat pan dan minum siap digunakan kembali.
  3. Menangani ayam sakit
    Bersihkan kandang dan halaman umbaran setiap hari agar kuman dalam kotoran tidak menjangkiti ayam. Jika terlihat ada ayam yang sakit (terutama di kandang koloni) maka ayam yang sakit tersebut harus segera dipisahkan supaya tidak menulari ayam lainnya.
    Ayam pelung yang mati karena sakit sebaiknya dikubur dan dibakar. bekas kandangnya segera dibersihkan supaya tidak meninggalkan bibit penyakit.

Demikian beberapa perlengkapan yang harus ada didalam kandang ayam. Bagi Anda yang sedang menjalankan usaha dibidang budidaya ternak unggas seperti DOC, untuk menunjang keberhasilan usaha Anda kami mencoba menawarkan alat bantu penetasan telur seperti mesin penetas telur manual dan otomatis berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau serta untuk melihat daftar harganya Anda bisa mengunjungi halaman berikut “Harga Mesin Penetas Telur Otomatis“. Terima kasih

 

Memperhatikan Pakan Dalam Pemeliharaan Ayam Pelung

Posted on

ransum

PAKAN DAN AIR MINUM
Ayam pelung merupakan ayam dwiguna karea dapat diternakkan sebagai ayam pedaging dan ayam petelur. Jika akan menghasilkan ayam pelung pedaging maka tubuh ayam peliharaan harus besar dan kokoh serta pertumbuhannya cepat. Peternak juga dapat mengambil keuntungan dengan cara menghasilkan telur. Telur dapat langsung dijual pada konsumen.

Tujuan tersebut dapat tercapai jika peternak selalu memberikan pakan dan minum sebagai sumber energi untuk pertumbuhannya. Jumlah pakan harus disesuaikan dengan umur ayam. Dalam pemberiannya, pakan sesuai dengan jenis, bentuk, dan kualitasnya. Sementara itu, minum juga harus diperhatikan kualitas dan jumlahnya sehingga mencukupi kebutuhan ayam.

Berikut ini beberapa hal yang berkaitan dengan pakan untuk diketahui peternak.

A. Bahan pakan dan ransum
Istilah pakan dan ransum adalah dua hal yang berbeda. Pakan diartikan sebagai seluruh bahan makanan yang diberikan pada ternak. Sementara itu, ransum merupakan kumpulan bahan makanan yang disediakan selama 24 jam. Jadi, ransum merupakan bagian dari pakan.

Pada dasarnya, bahan pakan dan ransum untuk ayam ras pedaging juga dapat diberikan untuk ayam pelung. Ransum buatan pabrik dapat dibeli jka tidak ingin repot melakukan penyusunan ransum. Namun, harga ransum buatan pabrik terkadang menjadi kendala karena mahal.

Dalam kondisi ini, beberapa peternak lebih memilih menyusun ransum sendiri. Dalam menyusun ransum, bahan pakan dipilih berdasarkan syarat sebagai berikut.

  1. Disukai ayam pelung.
  2. Bahan pakan yang digunakan dapat saling menutupi kekurangan masing-masing bahan.
  3. Mudah diperoleh dan harganya terjangkau.
  4. Kandungan nutirisinya sesuai dengan syarat minimum ransum ayam pelung.
  5. Bahan yang digunakan harus bermutu. Artinya, bahan pakan tersebut belum terlalu lama disimpan.

Setelah mengetahui persyaratan bahan, peternak harus mengetahui zat-zat yang terkandung dalam setiap bahan tersebut. Selain itu, kebutuhan gizi dari setiap periode umur ayam pelung juga harus diketahui. Bahan pakan yang bermutu dapat dilihat dari ciri fisiknya. Warna, bau, maupun bentuk dari bahan bermutu belum berubah akibat jamur atau binatang perusak.

B. Bentuk bahan pakan dan ransum
Bahan pakan ayam pelung dapat berupa makanan, hasil tanaman, dan terkadang bahan-bahan yang berasal dari ternak atau hewan laut.

  1. Bentuk bahan pakan
    Berdasarkan bentuk fisik, bahan pakan untuk ayam pelung terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut.
    -Bentuk butiran, seperti jagung, gandum, dan sorgum sebagai sumber karbohidrat.
    -Bentuk tepung, seperti bekatul, dedak gandum, tepung tulang, dan tepung ikan sebagai sumber protein serta karbohidrat.
    -Bentuk pipih, seperti bungkil kedelai, bungkil kacang tanah, dan jenis bungkil-bungkil lainnya sebagai sumber protein serta asam amino.
    -Bentuk cair, seperti minyak ikan dan minyak kedelai sebagai sumber energi.
  2. Bentuk ransum
    Bentuk ransum untuk ayam pelung terbagi menjadi bentuk tepung, butiran, dan butiran pecah.

a) Bentuk tepung komplet
Ransum bentuk tepung komplet merupakan campuran beberapa bahan pakan yang telah digiling halus. Hasil gilingan kemudian dicampurkan sehingga kandungan gizinya komplet dan sesuai dengan kebutuhan ayam pelung. Ransum jenis ini mudah diserap usus ayam sehingga dapat diberikan untuk semua jenis ayam dari anakan sampai dewasa.

b) Bentuk butiran
Ayam pelung menyukai pakan bentuk butiran atau pecahan. Pakan berbentuk butiran dapat berupa biji atau ransum yang dibentuk menjadi butiran. Biji-bijian, seperti jagung, gabah, beras merah, dan kacang hijau banyak mengandung karbohidrat yang bermngsi menimbulkan energi panas.

Pelet atau fur merupakan ransum bentuk tepung komplet yang diproses lebih lanjut sehingga menjadi bentuk butiran. Penggunaan ransum pelet disesuaikan dengan umur ayam, termasuk ayam pelung.

c) Bentuk butiran pecah (crumble)
Ransum bentuk butiran pecah atau crumble merupakan pengembangan ransum bentuk butiran. Crumble adalah ransum tepung komplet yang diubah menjadi bentuk pecahan. Kelebihan crumble di antaranya dapat diberikan untuk semua periode umur, disukai ayam, dan memiliki unsur gizi komplet.

C. Pemilihan bahan pakan
Pemilihan bahan pakan dan ransum disesuaikan dengan tujuan dan dana yang tersedia. Bentuk tepung komplet banyak dipilih peternak karena harganya lebih murah dibandingkan bentuk pelet dan crumble.

Pakan yang berbentuk butiran mudah tumpah. Karena itu, pemberiannya dilakukan di dalam wadah yang berpinggir cekung dan pengisian didalam wadah jangan sampai penuh.

D. Penyimpanan
Setiap peternak harus memiliki gudang penyimpanan ransum terutama bagi peternak berskala besar. Hal tersebut disebabkan pembelian ransum oleh peternak biasanya dilakukan jangka waktu tertentu, yaitu sekitar 2-3 minggu sekali. Dalam menyimpan ransum, peternak perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut.

  • Tempat penyimpanan tidak lembab, cukup sinar matahari, dan cukup ventilasi.
  • Bungkusan atau karung ransum sebaiknya tidak diletakkan langsung di lantai penyimpanan. Hal tersebut untuk mencegah kelembapan yang berasal dari tanah. Pakan sebaiknya diletakkan di atas bangku atau tumpukan kayu sebagai alas. Selain itu, karung ransum disusun sedemikian rupa sehingga memudahkan pengambilan.
  • Tempat penyimpanan harus dijaga dari kehadiran binatang perusak terutama tikus. Untuk itu, tempat harus bersih dan dinding tidak berlubang.

Baca Juga Mempersiapkan Kandang Untuk Pemeliharaan Ayam Pelung

Mempersiapkan Kandang Untuk Pemeliharaan Ayam Pelung

Posted on

kandang ayam pelungSeperti yang telah disebutkan bahwa ayam pelung memiliki nilai komersial untuk diternakkan. Sebelum memulai beternak, peternak harus menyiapkan segala keperluan yang mendukung jalannya usaha. Beberapa persiapan yang perlu diketahui di antaranya menyiapkan kandang, pakan, dan air minum.

MENYIAPKAN KANDANG UNTUK AYAM PELUNG
Kandang berfungsi untuk melindungi ternak dari cuaca yang tidak menguntungkan dan untuk membatasi gerak. Gerakan ayam pelung yang terbatas dapat menghemat energi sehingga akan disimpan untuk memroduksi daging dan telur. Selain itu, ternak yang dilindungi dari cuaca buruk dapat lebih tahan dari serangan penyakit.

Pada mulanya peternak ayam pelung memperlakukan ternaknya seperti beternak ayam buras. Di siang hari, ayam pelung dibiarkan berkeliaran mencari makan sendiri, sedangkan di malam hari ayam pelung tidur di sembarang tempat. Saat ini, peternak mulai membuatkan kandang dan memisahkan perkandangan sesuai periode umur ayam. Pemisahan juga dilakukan berdasarkan perbedaan jenis kelamin.

Kandang dapat dibuat dengan terdapat tempat umbaran. Umbaran dibuat di pekarangan yang berpagar. Pemeliharaan ayam pelung sistem ini memerlukan pekarangan yang luas. Kandang juga dapat dibuat di lahan sempit dalam jumlah besar dengan menggunakan sistem antara semi-intensif dan intensif. Pada sistem ini kandang terbagi dalam periode umur, tetapi tidak memakai tempat umbaran lagi. Ayam pelung tetap tinggal di dalam kandang sepanjang hidupnya.

A. Pemilihan Lokasi
Cianjur yang sejuk merupakan daerah asal ayam pelung. Oleh karena itu, lahan untuk perkandangan juga sebaiknya dibuat di daerah yang sejuk. Jika lahan yang tersedia berhawa panas maka dapat diatasi dengan berbagai cara sebagai berikut.

  1. Sebelum kandang dibuat, lahan sekelilingnya ditanami dengan tanaman yang cepat tumbuh dan rindang. Lebih baik lagi jika tanaman itu menghasilkan, seperti tanaman buah-buahan. Tanaman harus dirawat dan jangan sampai lahan terlalu rimbun sehingga kekurangan sinar matahari.
  2. Dibuat kolam di sekitar tempat yang akan didirikan. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesejukan. Selain itu, kolam dapat digunakan untuk memelihara ikan.
  3. Tersedia fasilitas pendukung, seperti aliran listrik, persediaan air yang memadai sepanjang tahun, dekat dengan sumber bahan-bahan pakan, dan dekat jalan untuk memudahkan transportasi.
  4. Syarat kandang

B. Syarat Kandang
Kandang ayam pelung sebaiknya memiliki beberapa syarat sebagai berikut.

  1. Jauh dari rumah hunian penduduk sehingga masyarakat sekitar terhindar dari bau dan kotorannya.
  2. Mempunyai sirkulasi udara yang baik dan cukup mendapatkan sinar mitahan, terutama pagihari. Dua hal tersebut sangat berguna bagi kesehatan ayam pelung.
  3. Menjamin keselamatan ayam pelung dari binatang pengganggu, seperti tikus, musang, serta melindungi ayam dari cuaca yang tidak menguntungkan seperti panas terik, dan dingin yang mencekam.
  4. Memudahkan tata laksana pemeliharaan, seperti pemberian pakan, pengambilan telur, dan pembersihan kandang.

C. Bahan Kandang
Bahan kandang tidak perlu mahal yang penting kuat, sesuai dengan penggunaan, mudah diperoleh, dan ekonomis. Beberapa bahan yang biasa digunakan antara lain bambu, kayu, genteng, dan rumbia.

D. Jenis dan Konstruksi Kandang
Jenis kandang yang digunakan untuk pemeliharaan ayam pelung sebenarnya tidak berbeda dengan jenis kandang untuk ayam ras pedaging. Jenis kandang yang dipakai disesuaikan dengan sistem yang digunakan, siruasi dan kondisi setempat, serta dana yang tersedia. Berikut ini beberapa jenis kandang yang sering digunakan untuk pemeliharaan ayam pelung.

  1. Kandang lantai rapat
    Kandang lantai rapat merupakan kandang koloni yang mampu menampung banyak ayam. Jenis kandang ini dapat dibuat dari bambu atau semen. Untuk mengurangi kelembapan dari kotoran dan lantai, terutama lantai semen, diperlukan alas (litter) yang menurupi seluruh lantai kandang.
    Alas dibuat dari bahan kering dan berdaya serap. Daya serap alas penting untuk menjaga agar lantai tetap kering. Bahan-bahan untuk alas dapat berupa sekam, serbuk gergaji, pasir, kapur, dan kerikil.
    Penghamparan alas dibuat rapi dan didahului pembersihan dan fumigasi atau pembasmian jamur pada lantai kandang. Susunan alas kandang adalah sebagai berikut.

    • Lapisan pertama berupa pasir yang ditaburkan secara merata.
    • Lapisan kedua berupa kapur matang. Kapur matang berfungsi untuk mengurangi penguapan.
    • Lapisan ketiga berupa kerikil yang berguna untuk melancarkan penguapan kapur.
    • Lapisan keempat berupa serbuk gergaji, sekam, atau padi. Tujuannya mencegah kebecekan kandang karena kotoran ayam atau air minum. Selain itu, penggunaan ketiga bahan ini berguna untuk kenyamanan ayam.
  2. Kandang lantai renggang
    Kandang ini lantainya bercelah sehingga kotoran bisa langsung jatuh. Beberapa keuntungan penggunaan kandang ini sebagai berikut.

    -Kesehatan ayam lebih terjamin karena kotoran langsung jatuh dan peternak tidak repot membersihkannya.
    -Jika banjir, ayam tetap aman karena kandang tidak tergenang. Selain itu, jika atapnya bocor, kandang tidak menjadi becek.
    -Jika pemeliharaan dipadukan dengan ikan maka kotoran ayam yang jatuh dapat menjadi makanan ikan.

  3. Kandang individu dan koloni
    Berdasarkan jumlah ayam yang dapat ditempatkan, kandang dibedakan menjadi kandang individu dan kandang koloni
  • Kandang individu
    Kandang individu sering disebut kandang baterai dan biasa digunakan untuk kandang ayam remaja atau dewasa. Ayam yang dipelihara pada kandang baterai jumlahnya hanya satu ekor. Bentuk kandang dibuat memanjang dan bertingkat sehingga dapat menghemat lahan.
  • Kandang koloni
    Kandang koloni dapat diisi beberapa ekor ayam yang jumlahnya tergantung dari periode umur dan luas kandang. Kandang koloni dapat digunakan untuk anakan, ayam remaja, atau ayam dewasa.