Month: February 2017

Cara Membuat Taman Vertikal

Posted on

Vertical Garden atau taman vertikal merupakan konsep taman dengan memadu padankan tanaman dan elemen taman yang lain, saling melengkapi, baik bertipe softscape maupun hardscape, yang semuanya disusun dalam bidang vertikal. Di dalam taman vertikal bisa berisi tanaman dan elemen-elemen lain, seperti air terjun. Konsep taman vertikal sekarang ini banyak dikembangkan di kota-kota besar, hal ini karena ruang terbuka hijau yang luasnya makin terbatas. Tembok-tembok rumah saat ini dapat dibikin taman vertikal. Per meter persegi dinding taman vertikal dapat diisi dengan 64 tanaman.

Fungsi taman vertikal sendiri tak ubahnya seperti taman pada umumnya. Taman Vertikal bisa memberi tambahan oksigen, ruang hijau, serta dapat mengurangi suhu udara.

Satu-satunya perbedaan yaitu taman vertikal tidak berfungsi sebagai penahan erosi. Prinsip taman vertikal serupa dengan hidroponik, yaitu teknik bertanam tanpa tanah.

Tiga prinsip utama dalam kehidupan tanaman yaitu pupuk, matahari, dan air. Jadi, dimanapun dan dengan cara bagaimanapun, selama 3 prinsip ini tetap ada, tanaman dapat hidup. Bahkan di daerah yang tidak memiliki sinar matahari sekalipun, dapat dibikin matahari buatan dengan bantuan dari lampu.

Berikut cara membuat taman vertikal:

  1. Bikin konstruksi, pada bagian belakang buatlah rongga sekitar 7 cm dari tembok.
  2. Setelah konstruksi selesai, letakkan media tanam (geotextile atau velt sabut kelapa) dua lapis.
  3. Sobek lapisan depan dari frame dengan jarak 12 cm.
  4. Karena terdapat jarak antar lubang, maka tidak seluruh media tanam (karpet) langsung terganti dengan tanaman.
  5. Tempatkan tanaman yang telah dipersiapkan pada lubang yang telah dibuat. Bisa menggunakan media rockwool yang digulung, namun dapat juga secara langsung.
  6. Pengairan menerapkan sistem drip irigasi. Idealnya, pipa pengairan memiliki jarak 3 meter dari atas. Dibantu dengan penggunaan timer otomatis yang dapat mengatur waktu penyiraman, misalnya saja: diatur otomatis 2 kali penyiraman dalam sehari (saat pagi hari dan sore hari), masing-masing selama 2 menit.

Pada saat membuat taman vertikal, media tanaman vertikal harus dicari yang lebih ringan, kuat, namun tetap dapat menyimpan air. Banyak media yang bisa digunakan, dua di antaranya yaitu velt yang terbuat dari sabut kelapa dan nonwoven geotextile. Velt dari sabut kelapa, yang dibuat dalam media berbentuk seperti papan yang memiliki ukuran 50 cm dan tebal 30 cm, dan lebih unggul dalam hal menyimpan air.

Demikianlah lagi tadi ulasan kita kali ini mengenai Cara Membuat Taman Vertikal. Semoga dapat memberikan informasi serta menambah wawasan mengenai konsep taman.

Perlu diketahui banyak sekali pusat bisnis seperti ruko di Jakarta yang memiliki taman walaupun kecil. Seiring dengan go-green sekarang banyak ruko yang memiliki ruang untuk taman di halaman depan atau di dak atas yang bentuknya vertikal atau yang lain. Membuat taman di ruko bisa dilakukan sendiri, Anda bisa beli buku panduannya di toko buku dilengkapi dengan panduan yang simpel dan lengkap. Sekedar info bagi Anda yang lagi cari ruko dijual di Jakarta barat, silakan kunjungi situs rekomendasi kami tersebut.

Semoga tips yang kami berikan bermanfaat dan Anda dapat berkreasi sendiri untuk hasil yang unik. Untuk Anda yang lagi cari ruko dijual di Jakarta, kami bisa membantu.